Banda Aceh – Acehrilis.com | Panitia Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Pemerintah Aceh resmi mengumumkan hasil seleksi untuk lima jabatan strategis, dengan 15 kandidat dinyatakan memenuhi syarat melanjutkan ke tahapan selanjutnya. Pengumuman bernomor 13/Pansel-JPTP/VII/2026, ditandatangani Ketua Panitia Seleksi T. Setia Budi pada Jumat (10/7/2026), mengakhiri fase pertama proses rekrutmen kepemimpinan pemerintah daerah.
Lima posisi yang dibukaI merupakan jabatan strategis yang mengendalikan berbagai fungsi pemerintah. Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh (eselon II.a), Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Aceh, Kepala Biro Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Aceh, Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Aceh, dan Wakil Direktur Penunjang Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin masing-masing menghasilkan tiga kandidat lulus dari proses seleksi.
Calon yang lolos antara lain Heri Maulana untuk posisi Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, bersama Irwan dan Muhsin. Untuk Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah, Cut Aja Muzita, Ramzi, dan Tia Desi Yanti dinyatakan memenuhi kualifikasi. Posisi Kepala Biro Administrasi Pembangunan diisi oleh Muhammad Fadhil, M. Nasir, dan Zalsufran. Amrina Habibi, Dr. Amrizal, dan Syahrul berkesempatan memperebutkan posisi Kepala Biro Hukum. Sementara untuk Wakil Direktur Penunjang RSUD, Ners Masli Yuzar, Muhammad Nur, dan dr. M. Fuad dinyatakan lolos seleksi.
Panitia Seleksi menekankan bahwa hasil pengumuman bersifat final dan tidak dapat diubah. Keputusan ini menjadi titik tolak penting bagi Pemerintah Aceh dalam memilih pemimpin yang dinilai mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih profesional dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan publik. Setiap posisi jabatan yang diseleksi merupakan tingkat pimpinan yang bertanggung jawab langsung terhadap implementasi kebijakan pemerintah di berbagai sektor administratif, organisasi, pembangunan, dan hukum.
Proses seleksi terbuka ini diharapkan menghasilkan pemimpin yang tidak hanya kompeten dalam bidangnya, tetapi juga memiliki integritas tinggi dan komitmen kuat terhadap kepentingan masyarakat Aceh. Dengan mekanisme seleksi yang transparan dan objektif, Panitia Seleksi bertujuan memastikan bahwa posisi-posisi strategis di lingkungan Pemerintah Aceh diisi oleh individu terbaik yang mampu membawa perubahan positif dalam efektivitas dan efisiensi kerja pemerintah daerah.
Tahapan selanjutnya dalam proses pengisian JPT Pratama akan melibatkan evaluasi lebih mendalam terhadap 15 kandidat lulus, termasuk wawancara lanjutan dan penilaian kompetensi khusus. Proses ini diharapkan dapat segera diselesaikan sehingga Pemerintah Aceh dapat memiliki tim pimpinan baru yang siap mengakselerasi pembangunan dan peningkatan pelayanan bagi seluruh masyarakat Aceh.[]




Comment