BANDA ACEH — Upaya pemulihan pasokan listrik di Aceh menunjukkan perkembangan signifikan. PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Aceh mengonfirmasi bahwa sistem kelistrikan kini memasuki tahap sinkronisasi, fase krusial sebelum aliran listrik kembali normal di seluruh wilayah.
PLN menyebut proses sinkronisasi ini tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Tahap ini melibatkan penyambungan dan penyesuaian seluruh jaringan listrik Aceh agar dapat beroperasi kembali tanpa memicu gangguan baru.
“Proses sinkronisasi memerlukan kehati-hatian tinggi karena melibatkan keseluruhan sistem kelistrikan Aceh,” ujar pihak PLN Aceh.
Sistem listrik di Aceh terbilang kompleks. Di dalamnya terdapat 17 Gardu Induk, 58 Gardu Hubung, dan 157 penyulang yang semuanya harus diintegrasikan satu per satu.
PLN menegaskan bahwa seluruh infrastruktur tersebut tidak bisa langsung dinyalakan bersamaan. Tahapan penyelarasan beban dan tegangan harus dilakukan secara bertahap untuk memastikan pasokan listrik kembali masuk ke jaringan secara aman, stabil, dan optimal.
Di lapangan, tim teknis PLN disebut terus bekerja siang dan malam untuk mempercepat proses pemulihan setelah gangguan meluas beberapa waktu lalu.
Jika tidak ada hambatan dalam proses sinkronisasi, PLN memperkirakan pasokan listrik di berbagai daerah Aceh akan pulih secara bertahap dalam waktu dekat.
“Seluruh infrastruktur tersebut harus diintegrasikan bertahap agar listrik dapat dipasok dengan aman, stabil, dan optimal,” tutup PLN dalam keterangannya.



Comment