Direktur Utama Bank Aceh Syariah (BAS), Fadil, peran media massa sangat membantu kelancaran kegiatan dan manajemen Bank Aceh Syariah sebagai bank pelat merah milik Pemerintah Aceh. Hal tersebut disampaikan Fadil dalam acara coffee morning bersama insan pers di Banda Aceh, Senin(2/2/2026).
BANDA ACEH — Bank Aceh Syariah menegaskan komitmennya untuk menjaga ekosistem perbankan secara patut dan wajar, dengan tetap mempertimbangkan keseimbangan serta keterbatasan yang ada. Hal itu disampaikan Fadil saat menjelaskan arah kebijakan bank dalam penguatan pembiayaan, khususnya bagi sektor UMKM.
Hal tersebut disampaikan Fadil dalam acara coffee morning bersama insan pers di Banda Aceh, Senin (2/2/2026).
“Terkait dukungan pemerintah, Bank Aceh Syariah menerima dana bantuan sebesar Rp1,5 triliun untuk pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, dana tersebut tidak dibagikan secara langsung, melainkan dalam bentuk kuota margin pembiayaan,” ujar Fadil.
Menurutnya, skema kuota margin pembiayaan dipilih agar dukungan yang diberikan tetap terarah, terukur, dan sesuai dengan mekanisme perbankan. Dengan demikian, program penguatan UMKM diharapkan dapat berjalan efektif tanpa mengganggu stabilitas dan tata kelola pembiayaan.
Sementara itu, terkait relaksasi penundaan pembayaran, Fadil menyebut pihaknya masih mengkaji opsi terbaik agar kebijakan yang diambil benar-benar memberikan kemudahan bagi nasabah. Ia menegaskan, keputusan tersebut juga harus tetap sejalan dengan prinsip kehati-hatian dalam industri perbankan.
“Kami ingin memastikan kebijakan yang diambil nantinya merupakan keputusan terbaik bagi semua pihak,” pungkasnya. []



Comment