Aceh
Home » Berita » Jumlah Korban Banjir Sumatera Terus Bertambah, Tim SAR Terus Lakukan PencarianBertambah Lagi Korban Jiwa Banjir Sumatera

Jumlah Korban Banjir Sumatera Terus Bertambah, Tim SAR Terus Lakukan PencarianBertambah Lagi Korban Jiwa Banjir Sumatera

Jakarta, 8 Desember 2025 — Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera semakin menambah jumlah korban jiwa. Berdasarkan informasi terkini dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 40 jenazah ditemukan pada hari Senin (8/12/2025) sore, menjadikan jumlah korban tewas yang terdata hingga kini semakin meningkat.

Dalam konferensi pers virtual, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa jumlah korban meninggal di beberapa provinsi yang terdampak bencana terus bertambah. Hingga pukul 16.00 WIB, sebanyak 40 jenazah berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan yang bekerja keras setiap hari untuk mencari para korban yang masih tertimbun tanah.

“Kami mengucapkan belasungkawa yang mendalam atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita. Tim gabungan telah menemukan 40 jenazah hingga sore ini,” ujar Abdul, dengan nada penuh empati.

Korban Tewas Terbanyak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

Data terbaru menunjukkan, Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan jumlah korban jiwa terbanyak. Korban meninggal di Aceh bertambah sebanyak 23 orang, dari sebelumnya 366 jiwa menjadi 389 jiwa. Di Sumatera Utara, jumlah korban tewas juga meningkat, dengan penambahan 9 jenazah, dari 329 menjadi 338 jiwa. Sementara itu, di Sumatera Barat, angka korban tewas bertambah delapan jiwa, menjadi 234 jiwa, dari sebelumnya 226.

Dana sudah ditransfer, Wagub Aceh Apresiasi Presiden Prabowo atas Bantuan Sapi Meugang bagi Daerah Terdampak Bencana Aceh‎

Abdul Muhari menegaskan bahwa pencarian terhadap 293 korban yang masih hilang akan terus dilakukan dengan upaya maksimal. “Kami akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan korban yang masih hilang. Ini menjadi prioritas kami,” tegasnya.

Presiden Prabowo Pimpin Pemulihan Pascabencana

Presiden Prabowo Subianto, yang langsung turun ke lapangan, telah mengunjungi beberapa titik terdampak bencana, terutama di Bireuen, Aceh. Di sana, jembatan yang menghubungkan Bireuen dan Aceh Utara terputus akibat banjir dan longsor. Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo juga memimpin rapat terbatas mengenai percepatan pemulihan pascabencana di tiga provinsi tersebut.

“Kondisi jembatan yang putus ini sangat vital, dan Presiden Prabowo memerintahkan agar perbaikan segera dilakukan. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak ditunjuk untuk memimpin Satgas Pemulihan Jembatan di Aceh,” jelas Abdul.

Untuk memudahkan distribusi logistik ke wilayah terdampak, beberapa jembatan penting akan segera diperbaiki. Sebagai langkah darurat, jembatan Bailey sementara akan dibangun untuk memastikan aliran distribusi bantuan bisa berjalan lancar dan efisien.

Pimpin Rakor Penanggulangan Bencana, Wagub Minta Kabupaten Kota Fokus Persiapan Ramadhan

Distribusi Logistik Ke Daerah Terdampak

Di tengah upaya pencarian korban dan perbaikan infrastruktur, BNPB juga mengoptimalkan distribusi logistik ke wilayah yang terdampak. Abdul menjelaskan bahwa jalur distribusi logistik kini telah diperluas, dengan penambahan jalur darat menggunakan truk. Tim telah membersihkan akses jalan alternatif, memungkinkan pengiriman bantuan ke enam titik, yaitu Bireuen, Pidie Jaya, Pidie, Aceh Timur, dan Aceh Utara.

“Truk-truk yang membawa bantuan kini sudah bisa melewati jalan-jalan yang sebelumnya tertutup. Ini tentu akan meningkatkan kapasitas bantuan yang dapat kami salurkan,” kata Abdul.

Sementara itu, untuk wilayah Sumatera Barat, bantuan logistik sudah disalurkan melalui jalur udara dengan 10 sortie penerbangan. Abdul mengungkapkan bahwa 70 persen dari bantuan ini langsung didistribusikan ke lokasi terdampak tanpa melalui Posko Kabupaten untuk mempercepat proses distribusi.

Tantangan Terus Meningkat

Bank Aceh Syariah Jaga Ekosistem Pembiayaan, Dana Rp1,5 Triliun untuk UMKM Disalurkan via Kuota Margin

Di tengah upaya pemulihan, tantangan besar masih dihadapi oleh tim gabungan. Proses pencarian korban yang tertimbun tanah, distribusi logistik yang terbatas, serta kerusakan infrastruktur menjadi hambatan utama. Meski begitu, BNPB dan pemerintah setempat terus berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak dapat dipenuhi, termasuk distribusi makanan, air bersih, dan layanan kesehatan.

“Kami akan terus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan saudara-saudara kita yang saat ini berada di pengungsian. Semua upaya ini kami lakukan agar kondisi mereka bisa sedikit lebih baik selama masa pemulihan ini,” pungkas Abdul.

Dengan semangat gotong royong dan kerja keras, diharapkan upaya pemulihan ini dapat mempercepat proses pemulihan bagi masyarakat Sumatera yang terdampak bencana alam.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *